![]() |
| http://brainly.co.id/tugas/800529 |
Karakteristik DIS dan DIY(Journalistik)
Daerah Istimewa Surakarta (DIS) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai memiliki perbedaan mendasar bagaikan langit dengan bumi. Pada masa kemerdekaan, terdapat penyatuan antara rakyat dengan penguasa Kasultanan Yogyakarta, sementara hal itu tidak terjadi di Kasunanan Surakarta.
Kontek Keraton dan makam dalam pengaruh budaya Islam
Kraton berasal dari ke-ratu-an, merupakan tempat tinggal raja dan keluarganya. Kraton di beberapa daerah disebut juga kedaton yang memiliki makna yang sama. Sebagai suatu karya arsitektur, kraton merupakan lambang kekuasaan dan kewibawaan kerajaan, sekaligus sebagai lambang kewibawaan seorang raja.
Kilas Singkat Penyebaran Bangsa -Bangsa di Daratan Asia Tenggara
Bangsa-bangsa di Asia Tenggara terdiri dari empat kelompok besar, yaitu Sino Tibet, Austrio Asia, Austronesia, dan Papua. Kelompok Sino Tibet terdiri dari bangsa Birma (Myanmar), Thai dan Cina. Bangsa Birma adalah penduduk utama atau bangsa pokok di Myanmar.
Pengabdian sang Abdi Dalem Keraton (Yogyakarta)
Sebelumnya perlu diketahui Abdi Dalem merupakan orang yang mengabdikan dirinya kepada keraton dan raja dengan segala aturan yang ada. Abdi dalem berasal dari kata "abdi" yang merupakan kata dasar dari mengabdi dan “dalem” yang artinya internal.
Kamis, 30 April 2015
ASAL MULA TANAM PAKSA DAN DAMPAK TANAM PAKSA BAGI BELANDA DAN BAGI PRIBUMI
Rabu, 29 April 2015
Dinasti Han (206 SM – 221M)
Liu Bang kemudian berhasil naik tahta dan mendirikan dinasti baru
yang bernama Han (206 SM – 221 M). Ia bergelar Han Gaozu (206 – 195 SM).
Para ahli membagi Dinasti Han ini menjadi dua, yakni Han Barat, yang
beribu kota di Chang an dan Han Timur yang beribu kota di Luoyang.
Dinasti Han ini sempat ter putus sejenak oleh kudeta dari Wang Mang,
dimana ia mendirikan Dinasti Xin (9 – 25) yang berumur singkat. Tetapi
kemudian Kaisar Han Guangwu (25 – 57) yang juga terkenal dengan sebutan
Guang Wudi berhasil merestorasi kembali Dinasti Han. Oleh karena itu
Dinasti Han sebelum pemberontakan Wang Mang disebut dengan Dinasti Han
Barat dan Dinasti Han sesudahnya disebut dengan Han Timur.di daerah-daerah pun pecah, antara lain yang terbesar adalah Pemberontakan Topi Kuning (Huang Qin), yang dipimpin oleh tiga bersaudara Zhang. Dinasti Han benar-benar dilemahkan oleh pemberontakan ini. Pada akhirnya klan Cao berhasil merebut kekuasaan dari tangan Dinasti Han dan mendirikan Kerajaan Wei (220-264), dimana Cao Pi mengkudeta kaisar Han terakhir yang bernama Han Xiandi (189-220). Tindakan kudeta ini membuat Liu Bei, salah seorang keturunan Dinasti Han, merasa perlu untuk meneruskan keberlangsungan Dinasti Han dan ia juga mengangkat dirinya sebagai kaisar di negeri Shu (Sichuan sekarang) dengan gelar Han Congwang (221-223). Xuande adalah nama lainnya, maka dia juga disebut Liu Xuande. Kerajaannya tetap bernama Shu (221-263), Shu-Han adalah nama yang disebut oleh para ahli sejarah untuk membedakan masa Liu Bei sebelum menjadi raja dan sesudahnya. Sun Quan, seorang jenderal juga mengangkat dirinya sebagai kaisar dan bergelar Wudi (232-252). Kerajaannya dinamakan Wu (222-280). Karena terpecahnya Dinasti Han menjadi tiga negara ini, maka jaman ini dinamakan Jaman Tiga Negara (San Guo), yang dipenuhi oleh peperangan untuk memperebutkan kekuasaan tertinggi.
Pengabdian sang Abdi Dalem Keraton (Yogyakarta)
![]() |
| Para Abdi Dalem Keraton 2001 |
Rabu, 22 April 2015
Kontek Kraton dan Makam dalam Pengaruh Kebudayaan Islam
Kraton
berasal dari ke-ratu-an, merupakan tempat tinggal raja dan keluarganya. Kraton
di beberapa daerah disebut juga kedaton yang memiliki makna yang sama. Sebagai
suatu karya arsitektur, kraton merupakan lambang kekuasaan dan kewibawaan
kerajaan, sekaligus sebagai lambang kewibawaan seorang raja. Hal ini tampak
dari pembangunan kraton yang selalu didasarkan pada pemikiran yang serba
religius magis dan kosmologis. Dalam rangka untuk mencapai keselarasan maka
seorang raja selalu menyusun kerajaannya sesuai dengan kondisi jagat raya atau
Makrokosmo. Sehubungan dengan hal tersebut, maka sebuah Kerajaan Islam selalu
memiliki ciri yang hampir sama, yakni adanya alun-alun(Utara-Selatan), adanya
Masjid disebelah Barat alun-alun, Pasar di Utara alun-alun, dan
pemukiman-pemukiman Islam di daerah sekitar kraton.




